berita

KLH Perketat Pengawasan dan Lakukan Kajian Lingkungan di DAS Prioritas

Jakarta (initogel) — Sungai adalah nadi kehidupan—mengairi sawah, memasok air bersih, dan menopang ekonomi warga. Ketika nadi itu terganggu, dampaknya menjalar cepat: banjir, kekeringan, hingga krisis kesehatan. Karena itu Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperketat pengawasan dan melakukan kajian lingkungan menyeluruh di daerah aliran sungai (DAS) prioritas sebagai langkah pencegahan dan pemulihan yang lebih terarah.

Kebijakan ini menandai pergeseran penting: dari reaksi pascabencana menuju pencegahan berbasis data.


Mengapa DAS Prioritas?

Tidak semua DAS menghadapi risiko yang sama. KLH memetakan DAS dengan tekanan tertinggi—alih fungsi lahan cepat, pencemaran meningkat, dan kerentanan banjir-kekeringan. Fokus pada DAS prioritas memungkinkan:

  • pengawasan lebih intensif,

  • intervensi tepat sasaran,

  • serta pengukuran dampak kebijakan yang jelas.

Dengan pendekatan ini, sumber masalah ditangani dari hulu hingga hilir, bukan terputus-putus.


Pengawasan yang Diperketat

Pengawasan mencakup pemantauan kualitas air, aktivitas industri dan pertambangan, tata kelola limbah, hingga kepatuhan izin lingkungan. KLH menekankan penegakan hukum yang konsisten—tegas pada pelanggaran, adil pada pelaku usaha yang patuh.

Teknologi pemantauan dan pelaporan berkala dipakai untuk memastikan respons lebih cepat saat indikator risiko meningkat.


Kajian Lingkungan sebagai Kompas Kebijakan

Kajian lingkungan di DAS prioritas tidak berhenti pada laporan. Ia menjadi kompas kebijakan—menuntun rehabilitasi lahan, penataan ruang, dan rekomendasi pengelolaan air. Hasil kajian diharapkan memperkuat keputusan lintas sektor agar pembangunan selaras dengan daya dukung lingkungan.

Pendekatan ilmiah ini penting untuk memutus siklus “bangun–rusak–pulihkan” yang mahal dan melelahkan.


Keamanan Publik dan Kesehatan

Ketika DAS rusak, keamanan publik terancam: banjir merusak rumah, air tercemar memicu penyakit, dan konflik pemanfaatan air meningkat. Pengawasan dan kajian yang diperketat bertujuan melindungi warga, terutama kelompok rentan yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah hilir.

Air bersih yang aman adalah hak dasar—dan sungai yang sehat adalah syaratnya.


Dimensi Kemanusiaan: Hidup Berdampingan dengan Sungai

Di banyak desa, sungai bukan sekadar lanskap; ia bagian dari identitas. Nelayan sungai, petani, dan pedagang kecil menggantungkan hidup pada alirannya. Kebijakan KLH menempatkan mereka sebagai mitra, dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam pemantauan dan perawatan DAS.

Seorang warga bantaran sungai berkata, “Kalau sungai sehat, hidup kami ikut tenang.” Kalimat ini merangkum tujuan kebijakan: ketenangan hidup.


Kolaborasi Jadi Kunci

KLH menegaskan pengelolaan DAS tidak bisa sendiri. Pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas harus bergerak bersama. Tanpa kolaborasi, pengawasan akan bocor dan rekomendasi kajian sulit dijalankan.


Penutup

Memperketat pengawasan dan melakukan kajian lingkungan di DAS prioritas adalah langkah strategis untuk mencegah bencana sebelum terjadi. Di balik peta dan data, ada niat menjaga kehidupan—agar sungai kembali menjadi sumber berkah, bukan sumber risiko.