JAKARTA –(TVTOGEL) Kebijakan ekonomi agresif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai membawa dampak unik bagi para pelancong asal Indonesia. Di tengah gejolak pasar global akibat penerapan tarif impor AS yang tinggi, nilai tukar mata uang di beberapa negara tujuan favorit seperti Jepang dan Thailand justru mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan Rupiah.
Fenomena ini menjadikan biaya perjalanan ke Negeri Sakura dan Negeri Gajah Putih terasa lebih “miring” bagi dompet warga RI dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pelemahan Yen dan Baht Terhadap Rupiah
Sejak awal tahun 2026, kebijakan tarif Trump telah memicu penguatan Dolar AS secara masif terhadap mata uang dunia. Namun, Jepang dan Thailand—sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor manufaktur dan otomotif ke AS—terdampak cukup signifikan.
Data pasar menunjukkan bahwa meskipun Rupiah sempat melemah terhadap Dolar, pelemahan mata uang Yen (JPY) dan Baht (THB) justru jauh lebih dalam. Hal ini secara otomatis meningkatkan daya beli Rupiah di kedua negara tersebut. Sebagai contoh, biaya hotel, kuliner, hingga belanja di Tokyo dan Bangkok kini terasa lebih murah jika dikonversi langsung ke mata uang Indonesia.
Momen Emas Bagi Wisatawan Domestik
Para agen perjalanan melaporkan adanya peningkatan pemesanan paket wisata ke luar negeri. “Banyak klien kami yang memanfaatkan selisih kurs ini. Dengan budget yang sama, mereka sekarang bisa mendapatkan hotel berbintang lebih tinggi di Thailand atau durasi tinggal yang lebih lama di Jepang,” ungkap salah satu pengelola biro perjalanan di Jakarta.
Selain biaya akomodasi yang lebih murah, beberapa faktor pendukung lainnya meliputi:
-
Promosi Maskapai: Banyak maskapai memberikan promo gila-gilaan untuk mengisi kursi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
-
Harga Barang Lokal: Penurunan nilai tukar Yen membuat barang-barang bermerek dan kebutuhan harian di Jepang menjadi sangat terjangkau bagi pemegang Rupiah.
Tetap Waspada Fluktuasi
Meski saat ini menjadi momen yang tepat untuk berlibur, pengamat ekonomi mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap inflasi global yang mungkin menyusul. Kenaikan harga tiket pesawat akibat harga bahan bakar yang fluktuatif bisa saja sewaktu-waktu menutupi keuntungan dari selisih nilai tukar mata uang tersebut.